Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk 41.483.729 jiwa pada akhir tahun 2007 merupakan wilayah terpadat dibanding Provinsi-Provinsi lainnya di Indonesia. Selama lebih dari dua dasawarsa, Jawa Barat telah mengalami urbanisasi yang semakin meningkat, yaitu perpindahan orang dari pedesaan dan Provinsi-Provinsi lain ke kota-kota di Jawa Barat, seperti Bandung, Cirebon, Bogor, Bekasi, Depok, dan sebagainya. Pertumbuhan urbanisasi yang cepat mengakibatkan pertumbuhan daerah pemukiman, industri dan kawasan komersial yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan sumber daya alam terutama lahan dan air.
Jawa Barat juga merupakan daerah industri terbesar dari seluruh Provinsi di Indonesia. Pertambangan dan pemrosesan sumber daya alam memberikan kontribusi utama di bidang
perekonomian di Jawa Barat. Minyak bumi, gas alam cair, emas, batu gamping, tanah liat, gipsum dan pualam banyak ditambang dan diproses. Sebagian besar produksi tekstil di Indonesia dihasilkan dari Provinsi Jawa Barat.
Sebagai salah satu Provinsi yang paling banyak penduduknya, Jawa Barat sangat tergantung pada persediaan sumber daya alamnya, misalnya ketersediaan air yang baik kualitasnya. Pertumbuhan perekonomian tergantung pada tersedianya sumber-sumber air yang andal, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian maupun industri, seperti contohnya, industri manufaktur, tekstil dan pemrosesan makanan, terdapat hubungan langsung antara persediaan air yang berkualitas baik dengan kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan serta pembangunan ekonomi dan sosial.
Dengan kepadatan penduduk yang tinggi mengakibatkan kompleksnya permasalahan lingkungan yang terjadi dan melibatkan berbagai pihak: masyarakat, industri dan pemerintah, serta meliputi berbagai bentang lahan dari pegunungan sampai ke wilayah pesisir. Kondisi ini bukan hanya mempunyai dampak terhadap lingkungan fisik seperti hilangnya sumberdaya hutan, pencemaran air dan udara, tetapi juga akan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. Kemerosotan fungsi-fungsi ekologi di Jawa Barat terutama pada hutan alam bisa menyebabkan konsekuensi yang serius terhadap berbagai kegiatan ekonomi dari masyarakat setempat maupun industri. Dampak kerugian yang disebabkan oleh banjir, erosi dan hilangnya pasokan air akan jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dari ekstraksi sumber daya hutan tersebut.
Permasalahan lingkungan di Jawa Barat seperti pencemaran air, udara dan sampah secara garis besar diakibatkan oleh tekanan penduduk yang tinggi, khususnya terjadinya konversi lahan untuk pemukiman dan konsekuensi dari tingginya kepadatan penduduk, dan masalah-masalah yang diakibatkan oleh kurang memadainya pengaturan industri dalam penanganan limbah cair, gas dan bahan beracun dan berbahaya.
Adapun Isu strategis pembangunan daerah Provinsi Jawa Barat yang terkait dengan pengelolaan lingkungan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Degredasi Sumberdaya Alam
- Permasalahan Pencemaran
- Permasalahan Kebencanaan Alam
- Permasalahan Kawasan Pesisir dan Pantai
- Inkonsistensi Rencana Tata Ruang Wilayah
- Permasalahan Sosial Kependudukan
- Tumpang-Tindih Peraturan Perundang-Undangan Terhadap Lingkungan
- Terbatasnya Sarana dan Prasarana Pemantauan Lingkungan
- Lemahnya Fungsi Pengendalian











Isu-Isu Srategis


Anda ingin download logo Prov. Jabar.