CHANGE COLOR
  • Default color
  • Brown color
  • Green color
  • Blue color
  • Red color
CHANGE LAYOUT
  • leftlayout
  • rightlayout
SET FONT SIZE
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Customise your homepage

Green & Smile Office - BPLHD - Propinsi Jawa Barat

Home Bidang Konservasi Subid Konservasi & Pemulihan Sepuluh Persen Jenis Burung akan Punah

Sepuluh Persen Jenis Burung akan Punah

E-mail Print PDF

Seekor burung po`ouli, satu dari tiga ekor yang tersisa terlihat di Hanawi Natural Area Reserve di Pulau Maui, HawaiiSepuluh persen dari seluruh spesies burung diperkirakan akan punah di akhir abad ini. Dan bersama mereka akan hilang pula layanan yang diberikan pada manusia seperti membersihkan bangkai dan menebarkan biji-biji tumbuhan.

Sebuah penelitian mengenai laju kepunahan yang memperhitungkan usaha-usaha konservasi yang dilakukan serta perubahan iklim dan lingkungan, menunjukkan bahwa setidaknya 1.200 spesies burung akan musnah tahun 2100. Ini adalah perkiraan konservatif, sehingga bisa saja kejadiannya lebih buruk, kata tim peneliti dari Universitas Stanford, California. 

"Walau diperkirakan hanya 1,3 persen spesies burung telah punah sejak tahun 1500, namun jumlah individu burung di dunia telah berkurang 20 persen hingga 25 persen selama periode itu," demikian ditulis para ilmuwan dalam laporan yang dipublikasikan di Proceedings of National Academy of Sciences.

Penurunan populasi burung ini berpengaruh pada kehidupan manusia. Sebagai contoh, pada tahun 1997 terjadi 30.000 kematian orang akibat rabies di India. Ini disebabkan karena populasi anjing dan tikus meningkat tajam akibat menurunnya jumlah burung pemakan bangkai.

Adapun dalam penelitian di atas, Cagan Sekercioglu dari Stanford Center for Conservation Biology danr rekan-rekannya menganalisa 9.787 spesies burung yang masih ada dan 129 spesies yang sudah punah. Mereka mempelajari berbagai segi, seperti usaha konservasi yang dilakukan, penyebaran burung, fungsi ekologi mereka, serta sejarah kehidupan jenis tersebut.
Mereka kemudian menjalankan tiga skenario dengan program komputer yang dirancang untuk memperkirakan perubahan-perubahan pada populasi burung. Skenario pertama adalah kondisi terburuk, kedua moderat, dan ketiga dengan asumsi bahwa usaha konservasi akan bisa menyelamatkan beberapa burung agar tidak menjadi langka, namun tidak bisa mencegah jenis-jenis yang sudah terancam menjadi punah.

"Perkiraaan kami mengindikasikan bahwa pada tahun 2100, lebih dari 14 persen dari seluruh spesies burung mungkin akan punah, sementara satu dari empat ekor burung akan punah secara fungsional, artinya ia berada dalam kondisi amat terancam punah atau tidak lagi ditemukan di alam, hanya di penangkaran," kata Sekercioglu.

"Kepunahan dan penurunan populasi ini akan berakibat pada proses-proses ekosistem yang penting, terutama pada proses pembusukan bangkai (dipengaruhi oleh burung-burung pemakan bangkai), penyerbukan, dan penyebaran biji tanaman."
Sebelumnya, bulan November lalu, World Conservation Union melaporkan bahwa 12 persen dari seluruh populasi burung kini terancam punah. Bersama dengan burung, ada hampir seperempat mamalia, sepertiga amfibi, serta 42 persen kura-kura yang juga di ambang kemusnahan. (Rtr/wsn)

 

Publikasi

BALAIKLIRING 2009   Portal Balaikliring Keanekaragaman Hayati Jabar
JARLAB 2008    Portal Jaringan Laboratorium Jawa Barat  2008
EPCM PORTAL   Website Resmi Environmental Pollution Control Manager (EPCM) Jabar 

Polls

Bagaimanakah penilaian anda terhadap user interface web BPLHD Jawa barat ini?
 

Quotes

Thank God men cannot fly, and lay waste the sky as well as the earth. 

~Henry David Thoreau

Fakta Lingkungan

OCEAN PLANET" MARINE LIFE FACTS

  • The oceans contain 99 percent of the living space on the planet.
  • Oils from the orange roughy, Hoplostethus atlanticus, a deep-sea fish from New Zealand, are used in making shampoo.
Baca Selanjutnya...

Dapatkan Logo Prov Jabar

Anda ingin download logo Prov. Jabar. Download segera!