Kawasan hutan Panaruban memiliki potensi keanekaragaman hayati, khususnya flora, yang cukup tinggi. Di kawasan tersebut cukup banyak terdapat tumbuhan khas pegunungan seperti jamuju (Dacricarpus imbricatus), puspa (Schima walicii), dan sebagainya.
Selain itu, kawasan hutan panaruban juga memiliki nilai penting bagi penunjang keberlanjutan dan kehidupan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut. Nilai penting panaruban secara ekologi diantaranya adalah sebagai daerah tangkapan air yang sekaligus berfungsi sebagai pemurnian air melalui resapan struktur dan komposisi tanah dan tumbuhan yang ada di kawasan ini. Struktur dan komposisi vegetasi penyusun kawasan ini sangat khas dan telah menunjang kehidupan masyarakat seperti tumbuhan obat (20 jenis) dan hasi hutan non kayu (rotan, buah-buahan, rumput dan sayuran).
Salah satu potensi flora yang cukup banyak dan menarik untuk diketahui adalah dari jenis-jenis anggrek. Berdasarkan hasil pemantauan di masyarakat Panaruban, banyak diantara masyarakat yang memelihara anggrek yang berasal dari kawasan hutan di Panaruban.
Dengan dilakukannya upaya pelestarian dan pengelolaan jenis-jenis anggrek yang ada di kawasan Panaruban, diharapkan dapat mengurangi ancaman terhadap potensi keanekaragaman hayati, khususnya jenis-jenis anggrek yang ada di kawasan Panaruban.
Kegiatan ini dilakukan di kawasan Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang yang merupakan salah satu kawasan penting bagi Keanekaragaman hayati di Jawa Barat. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak awal Agustus 2008.
DOWNLOAD this file for more specific information

















Anda ingin download logo Prov. Jabar.